Rabu, 11 November 2015

contoh soal pengertian pengambilan keputusan



1.      Pengambilan keputusan suatu bentuk pemecahan masalah memiliki fungsi dan tujuan. Sebutkan dan jelaskan fungsi dan tujuannya !
2.      Ada beberapa unsur/komponen dari pengambilan keputusan, sebutkan unsur-unsur tersebut
3.      Menurut G.R. Terry ada beberapa hal yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, sebutkan dan jelaskan dari hal-hal tersebut.
4.      Dalam pengambilan keputusan ada beberapa factor yang mempengaruhinya, sebutkan dan jelaskan.
5.      Sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi menurut :
a.       G.R. Terry
b.      John. D. Millet
Jawaban :
1.      A. fungsi pengambilan keputusan
-          Pangkal permulaan dari semua aktifitas manusia yang sadar dan terarah baik secara individu maupun kelompok.
-          Sesuatu yang bersifat futuristic artinya bersangkut paut pada hari depan/masa yang akan datang.
B. Tujuan pengambilan keputusan
-       Tujuan yang bersifat tunggal yaitu keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah.
-       Tujuan yang bersifat ganda yaitu keputusan yang dihasilkan lebih dari satu masalah.
2.      A. Tujuan dari pengambilan keputusan.
B. Identifikasi dari alternatif-alternatif keputusan untuk memecahkan masalah.
C. Perhitungan mengenai factor-factor yang tidak dapat diketahui sebelumnya.
D. Sarana atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan keputusan.
3.    - Instuisi artinya perasaan memiliki sikap subjektif sehingga mudah terpengaruh.
     - Pengalaman artinya memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.
-             - Fakta artinya pengambilan keputusan berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
       4. Posisi atau kedudukan 
         Masalah / problem
        Situasi
        Kondisi 
        Tujuan
   Keadaan intern organisasi 
        Keadaan ekstern organisasi 
       Tersedianya informasi yang di perlukan
        Kepribadian dan kecakapan pengambilan keputusan 
        5. Menurut G. R. Terry : 
  •  Hal-hal yang berwujud dan tidak berwujud, emosional maupun rasional.
  • Tujuan organisasi.
  •  Orientasi.
  •  Alternative tandingan.
  •  Tindakan.
  •  Waktu. 
  • Kepraktisan.
  •  Pelembagaan.
  •  Kegiatan berikutnya.
Menurut John. D. Miller :
  •  Pria dan wanita .
  •  Peranan pengambilan keputusan.
  •  Keterbatasan kemampuan keputusan.

contoh soal Probabilitas



1.      Jelaskan arti dari istilah-istilah berikut :
a.      Probabilitas
Jawab :
Probabilitas (peluang / kemungkinan) adalah suatu nilai yang dipergunakan untuk mengukur tingkat terjadinya suatu kejadian yang acak.

Pengertian probabilitas juga dapat dilihat dari 3 macam pendekatan, yaitu:
·         Pendekatan Pasif
Probabilitas diartikan sebagai hasil bagi banyaknya peristiwa yang dimaksud dengan seluruh peristiwa yang mungkin.
·         Pendekatan Frekuensi Relatif
Menurut pendekatan frekuensi relatif, probabilitas diartikan sebagai berikut:
1.      Proporsi waktu terjadinya suatu peristiwa dalam jangka panjang, jika kondisi stabil.
2.      Frekuensi relatif dari seluruh peristiwa dalam sejumlah besar percobaan.
Probabilitas berdasarkan pendekatan ini, sering disebut probabilitas empiris. Nilai probabilitas ditentukan melalui percobaan, sehingga nilai probabilitas itu merupakan limit.
·         Pendekatan Subjektif
Tingkat kepercayaan individu / kelompok yang didasarkan pada fakta-fakta / peristiwa-peristiwa masa lalu yang ada / berupa terkaan saja.

b.      Percobaan, Ruang Sampel, Titik Sampel, dan Peristiwa
Jawab :
Percobaan adalah proses dimana pengukuran atau observasi yang dilakukan/dilaksanakan.
Ruang Sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin pada suatu percobaan.
Titik Sampel adalah setiap anggota/elemen daripada ruang sampel.
Peristiwa/kejadian/gejala adalah himpunan bagian dari ruang sampel dari suatu percobaan atau hasil yang dimaksud dari hasil percobaan.
c.       Peristiwa Saling Lepas (Mutually Exclusive)
Jawab :
2 peristiwa atau lebih disebut peristiwa saling lepas apabila kedua atau lebih peristiwa itu tidak dapat terjadi pada saat yang bersamaan disebut juga peristiwa saling asing.
d.      Peristiwa Tidak Saling Lepas (Non Mutually Exclusive)
Jawab :
2 peristiwa atau lebih peristiwa disebut peristiwa tidak saling lepas jika 2 atau lebih peristiwa dapat terjadi bersamaan.
2.      Berikan contoh-contoh dari peristiwa nomor 1.
Jawab :
a.      Probabilitas
·      Contoh pendekatan klasik
Pelamar pekerjaan terdiri dari 10 orang pria (A) dan 15 orang wanita (B). Jika yang diterima hanya 1, berapa peluang bahwa ia merupakan wanita?
Jawab  :           P (A) = 15/10+15 = 3/5
·         Contoh pendekatan frekuensi relative
Suatu catatan memperlihatkan bahwa dalam 180 hari dari 200 hari, sebuah supermarket menjual 225–300 kaleng susu. Berapakah probabilitas penjualan kaleng susu sebanyak 225–300 ?
Jawab  :           180 P(A) = 200
·      Contoh pendekatan subjektif
Nilai probabilitas/peluang adalah tepat/cocok apabila hanya ada satu kemungkinan kejadian terjadi dalam suatu kejadian ditentukan berdasarkan tingkat kepercayaan yang bersifat individual (misalnya berdasarkan pengalaman).
b.       Percobaan, ruang sampel, titik sampel, dan peristiwa
Dua buah mata uang setimbang dilemparkan ke atas. Menentukan ruang sampel, titik sampel, dan peristiwa yang mungkin ?
Jawab :
Percobaan                  : pelemparan dua mata uang logam
Ruang sampel            : {A,G}, {A,A}, {G,A}, {G,G}
Titik sampel               : G (gambar) & A (angka)
Peristiwa yang mungkin :
1.      AA (angka dengan angka)
2.      AG (angka dengan gambar)
3.      GG (gambar dengan gambar)
4.      GA (gambar dengan angka)
c.       Peristiwa saling lepas
Sebuah dadu dilambungkan sekali, jika A adalah kejadian munculnya bilangan ganjil dan B adalah kejadian munculnya bilangan genap. Tentukan peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau genap!
Jawab:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
A = bilangan ganjil : {1, 3, 5} → P(A)  = 3/6
B = bilangan genap : {2, 4, 6} → P(B) =3/6 
A∩          = {} → P(A∩B) = 0 (A dan B kejadian saling lepas)
P(A B) = P(A) + P(B)
               = 3/6 + 3/6 = 1
Jadi peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau genap adalah 1

d.      Peristiwa Tidak Saling Lepas
Sebuah perusahaan memiliki 10 orang karyawan pria dan 14 orang karyawan wanita. Separuh dari karyawan pria dan separuh karyawan wanita adalah sarjana manajemen. Jika diambil seorang karyawan secara acak berapa probabilitas yang terambil itu adalah wanita atau sarjana manajmen.
Jawab :
A = Wanita
B = Sarjana Manajemen
Sehingga         P(A) = 14/24 = 0,58
P(B) = 12/24 = 0,5
P(AB) = 7/24 = 0,29
P(A B) = P(A) + P(B) – P(AB)
   = 0,58 + 0,5 – 0,29
   = 0,79

3.    2 buah dadu dilempar sekali tentukan probabilitas dari kejadian berikut :
Jawab :
a.       Hasil lemparan muncul angka sama
A = kejadian pada dadu yang muncul angka sama
Maka :
A ={(1,1 ), (2,2), (3,3), (4,4), (5,5), (6,6)}
n (A) = 6
n (S) = 36
P (A) = n(A) / n(S) =  6 / 36
b.      Hasil lemparan muncul angka prima
A = kejadian pada dadu yang muncul angka prima
Maka :
A = ({(1,2), (1,3) ,(2,1) ,(2,4), (2,6), (3,1), (3,4), (3,6), (4,2), (4,3), (4,5), (5,1), (5,4),  (5,6), (6,2), (6,3),(6,5)}
n (A) = 17
n (S) = 36
P (A) = n(A) / n(S) = 17  / 36
c.       Hasil lemparan muncul angka 7
A = kejadian pada dadu yang muncul angka 7
Maka :
A = { (6,1) , (5,2) , (4,3), (3,4), (2,5), (1,6) }
n (A) = 6
n (S) = 36
P (A) = n(A) / n(S) =  6 / 36

Selasa, 03 November 2015

tugas 2 etika bisnis



Di Indonesia banyak sekali iklan serupa di layar kaca maupun media cetak yang menampilkan model yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Di layar kaca, wajah para model tersebut terlihat putih, mulus, bersih dan cemerlang, padahal kenyataannya tidak demikian. Wajah putih mulus sang model hanyalah sentuhan makeup dan, belakangan, teknologi digital, bukan berkat menggunakan produk yang diiklankan. Jika dilihat sehari-hari, tanpa makeup, wajah sang model ternyata sama sekali tidak mulus, malah cenderung kasar dan berlubang bekas jerawat, sama seperti wajah orang yang tidak pernah menggunakan produk yang dia iklankan itu.
Misalnya seperti iklan Lancome dan Maybelline dari L’Oreal yang dibintangi oleh Julia Roberts dan Christy Turlington dilarang beredar di Inggris. Iklan ini dianggap menipu karena keduanya terlihat terlalu cantik di dalam iklan tersebut. Seperti yang diberitakan NY Daily News, Kamis (28 Juli, 2011), kelompok pengawas periklanan (Advertising Standards Authority (ASA)) di Inggris melarang iklan tersebut karena terlalu banyak melakukan sentuhan digital terhadap wajah kedua bintang tersebut sehingga terlihat sangat cantik. Menurut lembaga tersebut, kulit mulus kedua artis tersebut terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Dalam hal ini, Produk kosmetik yang ditawarkan dalam iklan tersebut tidak akan mampu menyulap kulit wajah seseorang dengan sangat drastis menjadi mulus seperti yang ditampilkan dalam model iklan tersebut. Dengan pertimbangan bahwa akan banyak orang yang mempercayai khasiat produk tersebut dan membeli produknya setelah melihat iklannya, maka iklan tersebut dianggap tipuan.
Produsen dan para pembuat iklan harus bekerja dengan hati nurani. Jangan melebih-lebihkan citra  produk yang diiklankan hanya untuk mendapatkan uang banyak. Model iklan juga harus selektif. Karena dengan membintangi iklan sebuah produk, berarti Anda juga ikut menawarkan produk tersebut.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) merupakan sebuah organisasi masyarakat yang bersifat nirlaba dan independen yang didirikan  pada tanggal 11 Mei 1973. Keberadaan YLKI diarahkan pada usaha meningkatkan kepedulian kritis konsumen atas hak dan kewajibannya, dalam upaya melindungi dirinya sendiri, keluarga, serta lingkungannya. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia disingkat YLKI adalah organisasi non-pemerintah dan nirlaba yang didirikan di Jakarta pada tanggal 11 Mei 1973. Tujuan berdirinya YLKI adalah untuk meningkatkan kesadaran kritis konsumen tentang hak dan tanggung jawabnya sehingga dapat melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya.
Pada awalnya, YLKI berdiri karena keprihatinan sekelompok ibu-ibu akan kegemaran konsumen Indonesia pada waktu itu dalam mengkonsumsi produk luar negeri. Terdorong oleh keinginan agar produk dalam negeri mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia maka para pendiri YLKI tersebut menyelenggarakan aksi promosi berbagai jenis hasil industri dalam negeri.
Latar belakang dan tujuan: Berdirinya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau dikenal dengan YLKI pada 11 Mei 1973 berawal dari kepedulian sekelompok masyarakat akan penggunaan produk-produk dalam negeri serta bagaimana melindunginya. Sedangkan tujuannya adalah memberi bimbingan dan perlindungan kepada masyarakat konsumen menuju kesejahteraan keluarga.
Sumber :
http://ylki.or.id/profil/tentang-kami/

Selasa, 13 Oktober 2015

kabut asap



Nama : Aliffya Irlandha N
Kelas : 4EA17
Npm : 10212643
Etika Bisnis

Tahun ini, Indonesia kembali darurat asap. Kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera bahkan masih terjadi hingga kini. Menurut DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dari jarak pandang di suatu lingkungan, Anda bisa mengetahui level partikel asap kebakaran hutan yang terpapar di sekitar Anda."Yang masuk ke dalam kategori baik itu jika jarak pandang kurang lebih 16,09 kilometer dan level partikel 0-4 milimikron per meter kubik," ujar Agus, ditemui dalam seminar kesehatan, Senin 12 Oktober 2015. Sedangkan untuk kategori sedang, jarak pandangnya antara 9,65-14,48 kilometer dengan level partikel 41-80 milimikron per meter kubik.
Untuk kategori tidak sehat untuk orang yang sensitif, adalah jika jarak pandang 4,83-8,05 kilometer dan level partikel 81-175 milimikron per meter kubik. Jika jarak pandang 2,41-4,02 kilometer, maka masuk kategori tidak sehat dengan level partikel mencapai 176-300 milimikron per meter kubik.
Kategori yang sangat tidak sehat, adalah jika jarak pandang 1,6-2 kilometer dan level partikel 401-500 milimikron per meter kubik. Kategori terakhir adalah berbahaya dengan jarak pandang kurang dari 1,2 kilometer dan level partikel di atas 500 milimikron per meter kubik.
Seluruh level partikel di atas dihitung dalam rata-rata satu jam. Sebagai informasi, komposisi asap kebakaran hutan terdiri dari gas seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), ozon (O3), sulfur dioksida (SO2) dan sebagainya.
Sementara partikel yang timbul akibat kebakaran hutan biasa disebut sebagai particulate matter (PM) dan terbagi atas tiga jenis, antara lain partikel kasar dengan ukuran 2,5-10 milimikron, partikel halus dengan ukuran 0,1-2,5 milimikron dan ultrafine particles yang berukuran kurang dari 0,1 milimikron.

Upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan yang berbuntut pekatnya kabut asap, masih terus dilakukan. Meski status penanganan belum ditingkatkan menjadi bencana nasional, namun penanganan yang dikerahkan sudah pada tingkat nasional.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, status bencana kabut asap tersebut memang belum dinaikkan menjadi 'Bencana Nasional', dan hal itu merupakan kewenangan presiden lewat Surat Keputusan (SK) Presiden.
"Tapi dari segi penanganannya sudah dari jauh-jauh hari skala nasional. Lebih dari 95 persen bantuan yang diberlakukan untuk penanganan kebakaran hutan ini, baik personelnya, baik peralatannya, aset-aset dan pendanaan lebih dari 95 persen berasal dari pemerintah pusat," ujar Sutopo saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).
Untuk seluruh penanggulangan tersebut, lanjut Sutopo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menghabiskan dana sebesar Rp 500 miliar. BNPB pun mengajukan anggaran tambahan ke Kementerian Keuangan.
"BNPB sudah menghabiskan 500 miliar untuk melakukan pemadamaman kebarakan hutan ini dan sudah mengajukan tambahan anggaran Rp 750 miliar. Dan Kementerian Keuangan sudah menyetujui dari dana siap pakai yang ada di BNPB sebesar Rp 750 miliar sudah masuk di BNPB. Itu akan kita gunakan untuk penanganan darurat di Indonesia, baik itu kebakaran hutan, kekeringan, erupsi dan sebagainya. Berapa total anggaran untuk kebakaran hutan dan lahan? Masih dihitung karena masih berlangsung," jelas Sutopo.
Permasalahan bencana kabut asap ini perlu adanya peran dari pemerintah dan masyarakat itu sendiri dalam menangani kabut asap, seperti tidak memakai kendaraan terlalu berlebihan serta melakukan pembakaran sampah atau apapun. Dengan cara sederhana seperti itu sebenarnya dapat sedikit menangani masalah asap agar tidak terlalu parah.
Bentuk perhatian atau solidaritas dari berbagai daerah di Indonesia merupakan bentuk keprihatinan kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap secara langsung. Bentuk solidaritas ini berbentuk dukungan dengan cara memberikan sumbangan kepada korban serta masker. Bentuk solidaritas lainnya yang ada di media sosial adalah hastag(#MelawanAsap) merupakan bentuk protes warga kepada pemerintah.

Referensi :
http://m.life.viva.co.id/news/read/686419-jarak-pandang-tentukan-level-partikel-paparan-asap
http://m.detik.com/news/indeksfokus/23/tolong-kabut-asap-makin-menggila/berita