Rabu, 11 November 2015

contoh soal Probabilitas



1.      Jelaskan arti dari istilah-istilah berikut :
a.      Probabilitas
Jawab :
Probabilitas (peluang / kemungkinan) adalah suatu nilai yang dipergunakan untuk mengukur tingkat terjadinya suatu kejadian yang acak.

Pengertian probabilitas juga dapat dilihat dari 3 macam pendekatan, yaitu:
·         Pendekatan Pasif
Probabilitas diartikan sebagai hasil bagi banyaknya peristiwa yang dimaksud dengan seluruh peristiwa yang mungkin.
·         Pendekatan Frekuensi Relatif
Menurut pendekatan frekuensi relatif, probabilitas diartikan sebagai berikut:
1.      Proporsi waktu terjadinya suatu peristiwa dalam jangka panjang, jika kondisi stabil.
2.      Frekuensi relatif dari seluruh peristiwa dalam sejumlah besar percobaan.
Probabilitas berdasarkan pendekatan ini, sering disebut probabilitas empiris. Nilai probabilitas ditentukan melalui percobaan, sehingga nilai probabilitas itu merupakan limit.
·         Pendekatan Subjektif
Tingkat kepercayaan individu / kelompok yang didasarkan pada fakta-fakta / peristiwa-peristiwa masa lalu yang ada / berupa terkaan saja.

b.      Percobaan, Ruang Sampel, Titik Sampel, dan Peristiwa
Jawab :
Percobaan adalah proses dimana pengukuran atau observasi yang dilakukan/dilaksanakan.
Ruang Sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin pada suatu percobaan.
Titik Sampel adalah setiap anggota/elemen daripada ruang sampel.
Peristiwa/kejadian/gejala adalah himpunan bagian dari ruang sampel dari suatu percobaan atau hasil yang dimaksud dari hasil percobaan.
c.       Peristiwa Saling Lepas (Mutually Exclusive)
Jawab :
2 peristiwa atau lebih disebut peristiwa saling lepas apabila kedua atau lebih peristiwa itu tidak dapat terjadi pada saat yang bersamaan disebut juga peristiwa saling asing.
d.      Peristiwa Tidak Saling Lepas (Non Mutually Exclusive)
Jawab :
2 peristiwa atau lebih peristiwa disebut peristiwa tidak saling lepas jika 2 atau lebih peristiwa dapat terjadi bersamaan.
2.      Berikan contoh-contoh dari peristiwa nomor 1.
Jawab :
a.      Probabilitas
·      Contoh pendekatan klasik
Pelamar pekerjaan terdiri dari 10 orang pria (A) dan 15 orang wanita (B). Jika yang diterima hanya 1, berapa peluang bahwa ia merupakan wanita?
Jawab  :           P (A) = 15/10+15 = 3/5
·         Contoh pendekatan frekuensi relative
Suatu catatan memperlihatkan bahwa dalam 180 hari dari 200 hari, sebuah supermarket menjual 225–300 kaleng susu. Berapakah probabilitas penjualan kaleng susu sebanyak 225–300 ?
Jawab  :           180 P(A) = 200
·      Contoh pendekatan subjektif
Nilai probabilitas/peluang adalah tepat/cocok apabila hanya ada satu kemungkinan kejadian terjadi dalam suatu kejadian ditentukan berdasarkan tingkat kepercayaan yang bersifat individual (misalnya berdasarkan pengalaman).
b.       Percobaan, ruang sampel, titik sampel, dan peristiwa
Dua buah mata uang setimbang dilemparkan ke atas. Menentukan ruang sampel, titik sampel, dan peristiwa yang mungkin ?
Jawab :
Percobaan                  : pelemparan dua mata uang logam
Ruang sampel            : {A,G}, {A,A}, {G,A}, {G,G}
Titik sampel               : G (gambar) & A (angka)
Peristiwa yang mungkin :
1.      AA (angka dengan angka)
2.      AG (angka dengan gambar)
3.      GG (gambar dengan gambar)
4.      GA (gambar dengan angka)
c.       Peristiwa saling lepas
Sebuah dadu dilambungkan sekali, jika A adalah kejadian munculnya bilangan ganjil dan B adalah kejadian munculnya bilangan genap. Tentukan peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau genap!
Jawab:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
A = bilangan ganjil : {1, 3, 5} → P(A)  = 3/6
B = bilangan genap : {2, 4, 6} → P(B) =3/6 
A∩          = {} → P(A∩B) = 0 (A dan B kejadian saling lepas)
P(A B) = P(A) + P(B)
               = 3/6 + 3/6 = 1
Jadi peluang kejadian munculnya bilangan ganjil atau genap adalah 1

d.      Peristiwa Tidak Saling Lepas
Sebuah perusahaan memiliki 10 orang karyawan pria dan 14 orang karyawan wanita. Separuh dari karyawan pria dan separuh karyawan wanita adalah sarjana manajemen. Jika diambil seorang karyawan secara acak berapa probabilitas yang terambil itu adalah wanita atau sarjana manajmen.
Jawab :
A = Wanita
B = Sarjana Manajemen
Sehingga         P(A) = 14/24 = 0,58
P(B) = 12/24 = 0,5
P(AB) = 7/24 = 0,29
P(A B) = P(A) + P(B) – P(AB)
   = 0,58 + 0,5 – 0,29
   = 0,79

3.    2 buah dadu dilempar sekali tentukan probabilitas dari kejadian berikut :
Jawab :
a.       Hasil lemparan muncul angka sama
A = kejadian pada dadu yang muncul angka sama
Maka :
A ={(1,1 ), (2,2), (3,3), (4,4), (5,5), (6,6)}
n (A) = 6
n (S) = 36
P (A) = n(A) / n(S) =  6 / 36
b.      Hasil lemparan muncul angka prima
A = kejadian pada dadu yang muncul angka prima
Maka :
A = ({(1,2), (1,3) ,(2,1) ,(2,4), (2,6), (3,1), (3,4), (3,6), (4,2), (4,3), (4,5), (5,1), (5,4),  (5,6), (6,2), (6,3),(6,5)}
n (A) = 17
n (S) = 36
P (A) = n(A) / n(S) = 17  / 36
c.       Hasil lemparan muncul angka 7
A = kejadian pada dadu yang muncul angka 7
Maka :
A = { (6,1) , (5,2) , (4,3), (3,4), (2,5), (1,6) }
n (A) = 6
n (S) = 36
P (A) = n(A) / n(S) =  6 / 36

Selasa, 03 November 2015

tugas 2 etika bisnis



Di Indonesia banyak sekali iklan serupa di layar kaca maupun media cetak yang menampilkan model yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Di layar kaca, wajah para model tersebut terlihat putih, mulus, bersih dan cemerlang, padahal kenyataannya tidak demikian. Wajah putih mulus sang model hanyalah sentuhan makeup dan, belakangan, teknologi digital, bukan berkat menggunakan produk yang diiklankan. Jika dilihat sehari-hari, tanpa makeup, wajah sang model ternyata sama sekali tidak mulus, malah cenderung kasar dan berlubang bekas jerawat, sama seperti wajah orang yang tidak pernah menggunakan produk yang dia iklankan itu.
Misalnya seperti iklan Lancome dan Maybelline dari L’Oreal yang dibintangi oleh Julia Roberts dan Christy Turlington dilarang beredar di Inggris. Iklan ini dianggap menipu karena keduanya terlihat terlalu cantik di dalam iklan tersebut. Seperti yang diberitakan NY Daily News, Kamis (28 Juli, 2011), kelompok pengawas periklanan (Advertising Standards Authority (ASA)) di Inggris melarang iklan tersebut karena terlalu banyak melakukan sentuhan digital terhadap wajah kedua bintang tersebut sehingga terlihat sangat cantik. Menurut lembaga tersebut, kulit mulus kedua artis tersebut terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Dalam hal ini, Produk kosmetik yang ditawarkan dalam iklan tersebut tidak akan mampu menyulap kulit wajah seseorang dengan sangat drastis menjadi mulus seperti yang ditampilkan dalam model iklan tersebut. Dengan pertimbangan bahwa akan banyak orang yang mempercayai khasiat produk tersebut dan membeli produknya setelah melihat iklannya, maka iklan tersebut dianggap tipuan.
Produsen dan para pembuat iklan harus bekerja dengan hati nurani. Jangan melebih-lebihkan citra  produk yang diiklankan hanya untuk mendapatkan uang banyak. Model iklan juga harus selektif. Karena dengan membintangi iklan sebuah produk, berarti Anda juga ikut menawarkan produk tersebut.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) merupakan sebuah organisasi masyarakat yang bersifat nirlaba dan independen yang didirikan  pada tanggal 11 Mei 1973. Keberadaan YLKI diarahkan pada usaha meningkatkan kepedulian kritis konsumen atas hak dan kewajibannya, dalam upaya melindungi dirinya sendiri, keluarga, serta lingkungannya. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia disingkat YLKI adalah organisasi non-pemerintah dan nirlaba yang didirikan di Jakarta pada tanggal 11 Mei 1973. Tujuan berdirinya YLKI adalah untuk meningkatkan kesadaran kritis konsumen tentang hak dan tanggung jawabnya sehingga dapat melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya.
Pada awalnya, YLKI berdiri karena keprihatinan sekelompok ibu-ibu akan kegemaran konsumen Indonesia pada waktu itu dalam mengkonsumsi produk luar negeri. Terdorong oleh keinginan agar produk dalam negeri mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia maka para pendiri YLKI tersebut menyelenggarakan aksi promosi berbagai jenis hasil industri dalam negeri.
Latar belakang dan tujuan: Berdirinya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau dikenal dengan YLKI pada 11 Mei 1973 berawal dari kepedulian sekelompok masyarakat akan penggunaan produk-produk dalam negeri serta bagaimana melindunginya. Sedangkan tujuannya adalah memberi bimbingan dan perlindungan kepada masyarakat konsumen menuju kesejahteraan keluarga.
Sumber :
http://ylki.or.id/profil/tentang-kami/

Selasa, 13 Oktober 2015

kabut asap



Nama : Aliffya Irlandha N
Kelas : 4EA17
Npm : 10212643
Etika Bisnis

Tahun ini, Indonesia kembali darurat asap. Kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera bahkan masih terjadi hingga kini. Menurut DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dari jarak pandang di suatu lingkungan, Anda bisa mengetahui level partikel asap kebakaran hutan yang terpapar di sekitar Anda."Yang masuk ke dalam kategori baik itu jika jarak pandang kurang lebih 16,09 kilometer dan level partikel 0-4 milimikron per meter kubik," ujar Agus, ditemui dalam seminar kesehatan, Senin 12 Oktober 2015. Sedangkan untuk kategori sedang, jarak pandangnya antara 9,65-14,48 kilometer dengan level partikel 41-80 milimikron per meter kubik.
Untuk kategori tidak sehat untuk orang yang sensitif, adalah jika jarak pandang 4,83-8,05 kilometer dan level partikel 81-175 milimikron per meter kubik. Jika jarak pandang 2,41-4,02 kilometer, maka masuk kategori tidak sehat dengan level partikel mencapai 176-300 milimikron per meter kubik.
Kategori yang sangat tidak sehat, adalah jika jarak pandang 1,6-2 kilometer dan level partikel 401-500 milimikron per meter kubik. Kategori terakhir adalah berbahaya dengan jarak pandang kurang dari 1,2 kilometer dan level partikel di atas 500 milimikron per meter kubik.
Seluruh level partikel di atas dihitung dalam rata-rata satu jam. Sebagai informasi, komposisi asap kebakaran hutan terdiri dari gas seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), ozon (O3), sulfur dioksida (SO2) dan sebagainya.
Sementara partikel yang timbul akibat kebakaran hutan biasa disebut sebagai particulate matter (PM) dan terbagi atas tiga jenis, antara lain partikel kasar dengan ukuran 2,5-10 milimikron, partikel halus dengan ukuran 0,1-2,5 milimikron dan ultrafine particles yang berukuran kurang dari 0,1 milimikron.

Upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan yang berbuntut pekatnya kabut asap, masih terus dilakukan. Meski status penanganan belum ditingkatkan menjadi bencana nasional, namun penanganan yang dikerahkan sudah pada tingkat nasional.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, status bencana kabut asap tersebut memang belum dinaikkan menjadi 'Bencana Nasional', dan hal itu merupakan kewenangan presiden lewat Surat Keputusan (SK) Presiden.
"Tapi dari segi penanganannya sudah dari jauh-jauh hari skala nasional. Lebih dari 95 persen bantuan yang diberlakukan untuk penanganan kebakaran hutan ini, baik personelnya, baik peralatannya, aset-aset dan pendanaan lebih dari 95 persen berasal dari pemerintah pusat," ujar Sutopo saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).
Untuk seluruh penanggulangan tersebut, lanjut Sutopo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menghabiskan dana sebesar Rp 500 miliar. BNPB pun mengajukan anggaran tambahan ke Kementerian Keuangan.
"BNPB sudah menghabiskan 500 miliar untuk melakukan pemadamaman kebarakan hutan ini dan sudah mengajukan tambahan anggaran Rp 750 miliar. Dan Kementerian Keuangan sudah menyetujui dari dana siap pakai yang ada di BNPB sebesar Rp 750 miliar sudah masuk di BNPB. Itu akan kita gunakan untuk penanganan darurat di Indonesia, baik itu kebakaran hutan, kekeringan, erupsi dan sebagainya. Berapa total anggaran untuk kebakaran hutan dan lahan? Masih dihitung karena masih berlangsung," jelas Sutopo.
Permasalahan bencana kabut asap ini perlu adanya peran dari pemerintah dan masyarakat itu sendiri dalam menangani kabut asap, seperti tidak memakai kendaraan terlalu berlebihan serta melakukan pembakaran sampah atau apapun. Dengan cara sederhana seperti itu sebenarnya dapat sedikit menangani masalah asap agar tidak terlalu parah.
Bentuk perhatian atau solidaritas dari berbagai daerah di Indonesia merupakan bentuk keprihatinan kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap secara langsung. Bentuk solidaritas ini berbentuk dukungan dengan cara memberikan sumbangan kepada korban serta masker. Bentuk solidaritas lainnya yang ada di media sosial adalah hastag(#MelawanAsap) merupakan bentuk protes warga kepada pemerintah.

Referensi :
http://m.life.viva.co.id/news/read/686419-jarak-pandang-tentukan-level-partikel-paparan-asap
http://m.detik.com/news/indeksfokus/23/tolong-kabut-asap-makin-menggila/berita

Minggu, 15 Maret 2015

Penalaran, Proposisi, dan silogisme

Nama Kelompok :
Aliffya Irlandha (10212643)
Dhona Maryani  (12212008)

Kelas : 3EA17


Tugas 1
 Jelaskan definisi penalaran dan sebutkan jenis serta penjelasannya !
Jelaskan definisi proposisi dan berikan contohnya !
Jelaskan definisi silogisme, sebutkan jenis silogisme dan jelaskan beserta contoh !

Jawab :

Penalaran mempunyai beberapa pengertian :
Penalaran merupakan proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
Penalaran menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
Penalaran merupakan proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
Dalam karangan terdiri dari dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubung-hubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan.
Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.

Dari beberapa definisi, dapat ditarik bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk mencapai suatu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut proposisi.

Jenis-jenis penalaran :

Deduktif
Berpikir deduktif bertolak dari suatu pernyataan umum menuju ke hal-hal yang bersifat khusus.

Silogisme

Silogisme dimulai dengan mengemukakan pernyataan umum (premis umum/premis mayor, diikuti pernyataan khusus (premis khusus/premis minor), lalu menarik kesimpulan terhadap hal yang khusus.

Contoh :
Binatang yang menyusui berkembang biak dengan cara melahirkan anak (premis umum). Ikan paus adalah binatang yang menyusui anaknya (premis khusus). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ikan paus juga berkemabng biak dengan cara melahirkan anak. (simpulan)


Akibat      sebab-sebab

Cara berpikir ini bertolak dari suatu akibat, lalu kita telusuri sebab-sebabnya.

Contoh :
Di mana-mana banjir. Bagaimana tidak, hutan ditebangi. Bantaran sungai dibangun rumah. Selain itu, banyak sampah menutupi saluran air.

Sebab       akibat-akibat

Cara berpikir ini bertolak dari suatu sebab, lalu kita telusuri kemungkinan akibat-akibatnya.

Contoh :
Suku bunga Bank Sentral AS naik dari 4,5% menjadi 5%. Dolar yang beredar di pasar akan banyak terserap ke bank oleh kebikajan ini. Nilai dolar AS terhadap mata uang asing lainnya dipastikan akan naik. Rupiah tentunya akan mengalami tekanan.

Induktif
Berpikir induktif dimulai dengan mengemukakan peristiwa-peristiwa khusus menuju kepada kesimpulan umum.

Generalisasi
Penyajian fakta-fakta/gejala-gejala/kejadian-kejadian yang bersifat khusus untuk mengambil kesimpulan umum.

Contoh :
Besi adalah jenis logam, jika dipanaskan memuai. Baja adalah jenis logam, jika dipanaskan memuai. Tembaga adalah jenis logam, jika dipanaskan memuai. Kesimpulan : semua jenis logam jika dipanaskan memuai.

Tiba-tiba terjadi gempa hebat. Lalu air laut surut hingga beberapa ratus meter dalam beberapa menit. Bau garam terasa menyengat. Awas, tsunami!

Sebab-sebab      akibat

Penyajian sejumlah sebab menuju simpulan yang beruap akibat.


Contoh :
Produksi nasional meningkat dan menggembirakan selama pelita I dan II. Pertanian, perdagangan, industri, dan komunikasi dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Ekspor kayu dan minyak mendatangakn milyaran dolar AS. Posisi ekonomi Indonesia makin kuat. Oleh karena itu wajarlah kalau Indonesia berani menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan.


Akibat-akibat      sebab

Penyajian sejumlah akibat menuju simpulan yang berupa sebab.

Contoh :
Kemarin Amir tidak masuk sekolah. Hari ini pun tidak. Tadi pagi ayahnya pergi ke apotek membeli obat. Kemungkinan besar Amir sakit.

Sebuah truk masuk jurang setalah sebelumnya menabrak tiang listrik hingga roboh. Kecelakaan yang terjadi pada malam hari itu membuat aliran listrik putus. Truk bermuatan pasir itu ringsek dan tiga penumpangnya luka parah. Kecelakaan tunggal itu terjadi karena remnya blong.

Sebab-akibat berantai

Sebab menimbulkan akibat, akibat ini menimbulkan akibat selanjutnya, demikian seterusnya.

Contoh :
Harga BBM dinaikkan karena pemerintah ingin mengurangi subsidinya, dengan harapan ekonomi Indonesia makin wajar. Karena harga BBM naik, tentu biaya angkutan pun naik. Jika biaya angkutan naik pasti harga barang pun naik pula. Naiknya harga barang terasa berat bagi rakyat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu kenaikan harga barang harus diimbangi dengan upaya untjuk menaikkan pendapatan rakyat.

Analogi

Pengambilan kesimpulan dengan asumsi bahwa jika dua hal memiliki beberapa kesamaan, maka dalam aspek lain pun memiliki kesamaan.

Contoh :
Alam semesta berjalan dengan sangat teratur seperti halnya mesin. Matahari, bumi, bulan, dan bintang yang berjuta-juta  beredar dengan teratur seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Mesin rumit itu ada penciptanya, yaitu manusia yang pandai, teliti, dan bijaksana. Alam yang maha besar dan beredar rapi sepanjang masa ini tentu juga ada penciptanya, yakni Yang Mahapandai, Mahateliti, dan Mahabijaksana.

Campuran (Deduktif-Induktif)

Pola ini bertolak dari suatu pernyataanumum, diikuti penjelasan (alasan, bukti, contoh, data/fakta) yang bersifat khusus, lalu kembali merumuskan simpulan umum sebagai penegasan.

Contoh :

Bagi manusia bahasa merupakan alat komunikasi yang sungguh penting. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan isi hati kepada sesamanya. Dengan bahasa itu pula manusia mewarisi dan mewariskan, menerima dan memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada sesamanya. Bahkan dengan bahasa pula manusia dapat mengekspresikan jiwa seninya. Dengan demikian jelaslah bahwa bahasa merupakan sarana komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia.


Dalam proses penalaran, kita menghubungkan fakta-fakta. Hubungan itu diungkapkan dalam bentuk kalimat-kalimat pernyataan/kalimat berita. Kalimat yang berisi pernyataan tentang hubungan fakta-fakta itu disebut proposisi. Pernyataan dapat benar dan salah, jadi proposisi dapat dibatasi sebagai kalimat yang mengandung pernyataan tentang hubungan fakta-fakta yang dapat dinilai benar dan salah. Dalam berpikir proposisi, yaitu merupakan unit terkecil dari pemikiran yang mengandung maksud sempurna.

Perhatikan sifat dapat dinilai benar atau salah, itu berarti bahwa proposisi selalu merupakan kalimat pernyataan/berita; sebab kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat harapan tidak dapat dinilai benar atau salah.

Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat.

Contoh :
Bahasa adalah sarana penalaran.
Sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.
Ayam adalah burung.
Indonesia menjadi negara makmur.
Kamu berdiri di pinggir pantai.

Dalam penalaran, proposisi disebut juga premis. Jika dibandingkan dengan sebuah bangunan, premis itu adalah batu, pasir, dan semen sedangkan penalaran adalah arsitekturnya. Dengan menggunakan batu, pasir, semen serta arsitektur yang baikakan menghasilkan bangunan yang baik pula. Demikian juga dalam penalaran; dengan menggunakan premis dan penalaran yang baik akan menghasilkan kesimpulan yang benar.



Jenis-jenis proposisi :

Proposisi empirik yaitu proposisi berdasarkan fakta. Misalnya : Anak cerdas dapat memanfaatkan potensinya.
Proposisi mutlak yaitu pembenaran yang tidak memerlukan pengujian untuk menyatakan benar atau salahnya. Misalnya : Gadis yaitu wanita muda yang belum pernah menikah.
Proposisi hipotetik yaitu persyaratan hubungan subjek dan predikat yang harus dipenuhi.Misalnya : Jika dijemput, X akan ke rumah Y.
Proposisi kategoris yaitu tidak adanya persyaratan hubungan subjek dan predikat. Misalnya : X akan menikahi Y.
Proposisi positif universal yaitu pernyataan positif yang mempunyai kebenaran mutlak. Misalnya : Semua hewan akan mati.
Proposisi positif parsial yaitu pernyataan bahwa sebagian unsur pernyataan tersebut bersifat positif. Misalnya : Sebagian orang ingin hidup kaya.
Proposisi negatif universal, kebalikan dari proposisi positif universal. Misalnya : Tidak ada gajah yang tidak berbelalai.
Proposisi negatif parsial, kebalikan dari proposisi positif parsial. Misalnya : Sebagian orang hidup menderita.

Silogisme adalah cara berpikir formal, yang jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan polanya saja, misalnya ia dihukum karena melanggar peraturan X, sebenarnya dapat dibentuk secara formal atau silogisme, yaitu
Semua yang melanggar peraturan X akan dihukum.
Ia melanggar peraturan X.
Ia dihukum.

Jenis-jenis silogisme :

 Silogisme Kategorial
Yang dimaksud dengan silogisme kategorial ialah silogisme yang terjadi tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi merupakan simpulan. Premis yang bersifat umum disebut premis mayor dan premis yang bersifat khusus disebut premis minor. Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term minor dan predikat simpulan disebut term mayor.

Contoh :
Semua manusia bijaksana (premis mayor)
Semua polisi adalah manusia (premis minor)
Jadi, semua polisi bijaksana

Keterangan :
Semua : term minor
Polisi bijaksana : term mayor

Untuk menghasilkan simpulan harus ada term penengah sebagai penghubung antara premis mayor dan premis minor. Term penengah pada silogisme di atas ialah manusia. Term penengah hanya terdapat pada premis, tidak terdapat pada simpulan. Kalau term penengah tidak ada, simpulan tidak dapat diambil.

Contoh:
Semua manusia tidak bijaksana.
Semua kera bukan manusia.
Jadi, (tidak ada simpulan).

Aturan umum silogisme kategorial adalah sebagai berikut.

Silogisme harus terdiri atas tiga term, yaitu term mayor, term minor, dan term penengah.

Contoh :
 Semua atlet harus giat berlatih.
 Dimas adalah seorang atlet.
 Dimas harus giat berlatih.
 Term mayor: Dimas.
 Term minor: harus giat berlatih.
 Term menengah: atlet.
 Jika lebih dari tiga term, simpulan akan menjadi salah.


 Contoh :
 Gambar itu menempel di dinding.
 Dinding itu menempel di tiang.
 Dalam premis ini terdapat empat term yaitu gambar, menempel di dinding, dinding, dan menempel di tiang.
   Oleh sebab itu, di sini tidak dapat ditarik kesimpulan.

Silogisme terdiri atas tiga proposisi, yaitu premis mayor, premis minor, dan simpulan.

Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
   Contoh:
Semua semut bukan ulat.
Tidak seekor ulat pun adalah manusia.

Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
Contoh:
Tidak seekor gajah pun adalah singa.
Semua gajah berbelalai.
Jadi, tidak seekor singapun berbelalai.

Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.

Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh:
Sebagian orang jujur adalah petani.
Sebagian pegawai negeri adalah orang jujur.
Jadi, . . . (tidak ada simpulan)

Bila salah satu premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
Contoh:
Sebagian mahasiswa adalah lulusan SLTA.
Sebagian pemuda adalah mahasiswa.
Jadi, sebagian pemuda adalah lulusan SLTA.

Dari premis mayor yang khusus dan premis minor yang negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh:
Beberapa manusia adalah bijaksana.
Tidak seekor bintang pun adalah manusia.
Jadi, . . . (tidak ada simpulan)

Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi kondisional hipotesis.

Contoh:
Jika besi dipanaskan, besi akan memuai.
Besi dipanaskan.
Jadi, besi memuai.
Jika besi tidak dipanaskan, besi tidak akan memuai.
Besi tidak dipanaskan.
Jadi, besi tidak akan memujai.

Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Jika premis minornya membenarkan salah satu alternatif, simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh:
Dia adalah seorang kiai atau professor.
Dia seorang kiai.
Jadi, dia bukan seorang professor.
Dia adalah seorang kiai atau professor.
Dia bukan seorang kiai.
Jadi, dia seorang professor.

Entimen
Sebenarnya silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Akan tetapi, ada bentuk silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum. Yang belum dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh:
Semua sarjana adalah orang cerdas.
Ali adalah seorang sarjana.
Jadi, Ali adalah orang cerdas.

Dari silogisme ini dapat ditarik satu entimen, yaitu “Ali adalah orang cerdas karena dia seorang sarjana”.






Sumber :

Arifin, Zaenal dan Amran Tasai. 2004. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Akademika Pressindo.

Maskurun, dkk. 2009. Bahasa Indonesia IIA untuk SMK Tataran Madia. Yogyakarta: LP2IP.

Rahayu, Minto. 2007. Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.

Widjono, Hs. 2012. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo